SGI Ingin Warisan Golok Indonesia Di Akui Unesco

Dalam rangka menjaga kebhinekaan, serta membangkitkan marwah kebersamaan dalam keragaman. Yayasan Seni Golok Indonesia (SGI) kembali menggelar event Camp silat dan golok tahun 2019 dengan tema “Mengangkat Kembali Kejayaan Golok Pasundan”. Kegiatan ini dihadiri oleh Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang dikenal dengan Opick Tombo Ati, Iriawan Komjen Polisi, Arianto Guru Besar Seni Golok Indonesia (Gubes SGI), serta Keluarga Besar Kerajaan Trah Sumedang Larang yang disaksikan dari 27 Kota Provinsi Jabar dan Perwakilan Kesultanan Cirebon Banten serta Pangdam III Siliwangi. Acara diadakan di Hotel Grand Pesona Ksatria Cisarua Bogor, 16-17 Maret 2019.

 

Kebehasilan Yayasan SGI dalam mengangkat kejayaan seni golok Pasundan ini diawali dengan digelarnya event secara nasional yang di selenggarakan SGI dibeberapa daerah di Indonesia pada beberapa waktu yang lalu, seperti di Sumatera Barat, Kalimantan, Depok, Cirebon Karawang , Bogor dan daerah lainnya, bahkan dalam waktu dekat akan digelar rekor muri dengan 10 ribu Golok tertua di Jakarta.

Guru Besar (Gubes) SGI, Ariyanto SH, dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan, setelah ratusan tahun baru kali pertama seni golok Pasundan ini diangkat kembali ke permukaan. Hal ini diakibatkan oleh moksanya Kerajaan Padjajaran.

“Warisan ini merupakan sebuah maha karya yang menjadi kekayaan budaya Kita, khususnya warisan untuk masyarakat Pasundan,”ungkap Gubes SGI yang akrab dipanggil Panglima Kumbang, Minggu (17/03/2019)

Acara SGI tersebut juga sekaligus penobatan Iriawan sebagai Ketua Pembina Seni Golok Indonesia Pangeran Papayung Nagara
yang dianugerahkan oleh Keluarga Besar Kerajaan Trah Sumedang Larang yang disaksikan dari 27 Kota Provinsi Jabar dan Perwakilan Kesultanan Cirebon Banten serta Pangdam III Siliwangi.

Disela acara, Pangeran Papayung Nagara kepada awak media mengatakan jika kekayaan budaya ini harus dilestarikan dan digalakkan. Dengan cara mengangkat kembali budaya di tanah air kita.

“Saya mengajak seluruh komponen, seluruh elit ditanah air ini untuk mengangkat kembali budaya seni golok Pasundan dan harus segera merespon. Nanti jika sudah diambil oleh negara lain kita marah,” tegas Pangeran Papayung negara yang juga kandidat Kuat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini.

Pangeran Papayung Nagara lebih lanjut mengatakan jika Golok Pasundan sebagai budaya asli Indonesia harus ada hak cipta yang diakui oles UNESCO.

“Untuk itu Kita secara bersama sama meyakinkan UNESCO agar dapat mengeluarkan sertifikat sebagai pengakuan, dalam hal ini peran pemerintah harus lebih proaktif lagi memperhatikan Budaya seni golok Pasundan,” Pungkasnya (Flash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *